Kamis, 19 November 2015

MASJID ISTIQLAL- Reported by Diannitas

Narkoba || CIPTA PUISI


NARKOBA”
                 Karya : Dian Nita Sari


Langkah kaki menelusuri waktu
Menendang sayu terhompak debu
Terhalang kenyataan dunia terpilu
Namun tak mampu melawan peluh

Ku terpikir meniadakan semua itu
Dengan serpihan obat aku terpaku
     Tak ku sadari  itu membunuh
Buat duniaku seolah kalbu

Jahatnya kau buatku terjatuh
Entah mengapaku memelukmu
Terus dan terus mencarimu
Walaupun aku tahu

  Kau adalah serpihan debu
  Dalam penderitaanku
Seharusnya aku tak bertaruh
Utamakan dirimu daripada nyawaku

Oh sungguh bodohnya aku
Aku termangu olehmu
Terkira kau selalu mampu
Menyelesaikan problemaku

Tapi kau malah rasuki tubuhku
   Ingin lagi dan lagi menyentuhmu
Buatku seolah menggebu-gebu
        Terbayang tanpamu aku tak mampu

Narkoba, Akan kubuktikan padamu
Aku sanggup danmampu
Membuangmu jauh-jauh
Melemparmu dari laraku

Narkoba…
Aku membencimu!

Pelipur Laraku || CIPTA PUISI


“PELIPUR LARAKU”
                                                            Karya : Dian Nita Sari


Dikeheningan malam
Terlihat awan begitu kelam
Bulan pun tersenyum muram
Hingga mata hatiku seakan terpejam

    Duduk dalam kesendirian
   Bersandar pada kenangan
Terlarut dalam ragam kesedihan
Akan segala kehancuran

Namun sang Ilahi datang
Menolongku dari segala kedukaan
Memberiku terangnya bintang
Menuntunku ke sinar benderan

Dalam doa kupanjatkan
Apa saja selalu kupintakan
Kebutuhan menjadi keserakahan
Tak tersadar bahwa hati dibutakan
Tuhan, maafkan aku tuhan
Aku hidup untuk berkewajiban
Namun aku juga yang melalaikan
Menjauhi semua yang diperintahkan


Tapi mengapa?  Mengapa tuhan?
Mengapa kau selalu beri aku jalan
Saat semua tak dapat ku andalkan
Namun kau ada dan bertahan
Pada jejak yang kulangkahkan

Tuhan…
Kau lah pelipur laraku
Terima kasih Tuhanku, Ya ALLAH

Gelora Kejayaan || CIPTA PUISI


“GELORA KEJAYAAN”
                                    Karya : Dian Nita Sari


Dunia hapuskan arti senyumannya
Bumi hentikan rotasi putarannya
Laut pun tumpahkan genangan airnya
Hingga daratan teteskan air mata laranya
Berharap insan akan menghiburnya

Alasan bumi meliput halusinasi
Lingkarnya terselubung ambisi demi ambisi  
Misi sengsarakan dunia menjadi ajang kompetisi
Tanda karakter citra bangsa tak terisi

Pertumpahan darah para penjajah keji
Manfaatkan peluang dan kondisi
Demi ciptakan Indonesia mati
Demi keserakahan nan jaya berdiri

Kemerdekaan yang lama menanti
Tak mematahkan semangat abadi
Demi Indonesia yang dijunjung tinggi
Ia kerahkan seluruh raga nan gigih

Berjuang dan terus berjuang
Beribu-ribu nyawa pun hilang
Dalam gelora para pejuang
Sampai semua darah terbuang

Saat titik darah penghabisan
Melangkah menjauhi kesia-siaan
Seluruh jiwa dipertaruhkan
Berbuah indahnya kemerdekaan


Wahai anak bangsa terpercaya
Berpijak ditanah indah budaya
Pondasi pun kokoh takkan goyah
Hindari lubang pilu teraniyaya

Terbayang pahlawan bersusah payah
Perjuangkan budaya dan terus berkarya
Demi kita generasi bangsa bercahaya
Teguhkan hati terangkan semua daya
Untuk kemajuan Indonesia jaya